Tuesday, 12 November 2024

HIDUP INI, KOMPETISI ATAU SEBUAH PERJALANAN ?

Ada sebagian orang yang melihat kehidupan ini sebagai sebuah medan untuk berkompetisi, maka dia akan menganggap orang lain sebagai saingan. Ada sebagian yang lain melihat kehidupan ini sebagai sebuah perjalanan, maka dia akan menganggap orang lain sebagai rekan seperjalanan. Dari cara pandang seseorang menganggap orang lainpun, akan melahirkan sikap yang berbeda pula. Yang melihat kehidupan ini sebagai kompetisi, akan berbeda sikap dengan yang melihat kehidupan ini sebagai sebuah perjalanan. Yang pertama akan melakukan segala cara untuk mendapatkan "kemenangan", sementara yang kedua akan melakukan segala cara bagaimana melayani yang lain agar semuanya sampai bersama pada tujuan. Ada sebuah ungkapan; "Call me crazy, but I love to see people happy and succeeding. Live is a journey not a competition" (Sebut saja diriku gila, tapi aku suka melihat orang lain bahagia dan selalu demikian. Hidup ini adalah sebuah perjalanan, bukanlah sebuah kompetisi.) Tentukan cara pandang kita dalam melihat kehidupan ini serta menganggap orang lain, karena hal itu pasti akan mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Dalam sebuah FirmanNya, Allah Swt menyebutkan, "faa ayna tashabun..? Hai manusia hendak kemana kalian akan pergi...?" sebuah pertanyaan yg mengorientasi manusia agar mengarahkan biduk perjalanannya pada satu tujuan. Di saat yang sama Tuhan juga memberi ruang kebebasan pada setiap manusia untuk memilih jalannya. Pilihan atas jalan tersebut akan menentukan nasib dan masa depannya. Apakah akan berakhir pada kebahagiaan atau kesengsaraan... dr.Ahmad Hidayat

Friday, 30 July 2021

KREDENSIAL STAF MEDIS DOKTER SPESIALIS


Sesuai surat disposisi dari Direktur, pada hari Jum'at/30 Juli 2021, Komite Medik (Komdik) telah melaksanakan kredensial terhadap dr.Syafaruddin Fadli,SpM, staf medis yang akan bekerja di Poliklinik Mata RSUD Cilincing. 
Hasil kredensialing ini nantinya akan disampaikan kepada Direktur berupa rekomendasi untuk penerbitan Surat Penugasan (SP) beserta Rincian Kewenangan Klinis (RKK) dari staf medis yang bersangkutan.

Terima kasih kepada para pengurus Komdik, khususnya Subkomite Kredensial, yang telah membantu terlaksananya kegiatan kredensialing tersebut.

Semoga penambahan staf medis dokter spesialis mata ini akan dapat meningkatkan mutu pelayanan medis, khususnya di bidang penyakit mata maupun tindakan bedah mata di RSUD Cilincing.

Saturday, 3 July 2021

KREDENSIALING STAF MEDIS RSUD CILINCING


Komite Medik (Komdik) RSUD Cilincing secara rutin melaksanakan kegiatan kredensialing buat para staf medis - dokter umum, dokter spesialis, dokter gigi dan dokter gigi spesialis - yang akan melakukan pelayanan medis di rumah sakit.

Kegiatan kredensialing ini dimaksudkan sebagai evaluasi terhadap kompetensi dari staf medis yang bersangkutan, untuk memperoleh Kewenangan Klinis (clinical previlege) dari Direktur ketika mereka  mulai bekerja di RSUD Cilincing. 
Karena pada prinsipnya, seorang staf medis tidak diizinkan untuk melakukan pelayanan medis tertentu jika tidak memperoleh clinical previlege sebagai bagian dari upaya keselamatan pasien (patient safety). 

Saturday, 20 June 2020

APAKAH KOMDIK RS DAPAT IKUT SERTA DALAM URUSAN PENGELOLAAN RUMAH SAKIT ?.

Oleh dr Riki Tsan, SpM

Bagaimana sebetulnya kedudukan, sifat dan tujuan dibentuknya dari Komite Medik di rumah sakit ?. Kita akan mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan nomor 755 tahun 2011 tentang penyelenggaraan Komite Medik di rumah sakit.

Komite Medik (Komdik) dibentuk dengan tujuan untuk menyelenggarakan tata kelola klinis (clinical governance) yang baik agar mutu pelayanan medis dan keselamatan pasien di rumah sakit lebih terjamin dan terlindungi (pasal 2) serta menjaga profesionalisme staf medis melalui mekanisme kredensial, penjagaan mutu  profesi medis dan pemeliharaan etika dan disiplin  profesi medis (pasal 1).

Walaupun dibentuk oleh Direktur/Kepala Rumah Sakit, namun Komdik merupakan organisasi non struktural di rumah sakit (pasal 5)  

Sunday, 1 March 2020

KOMDIK DAN TKMKB BPJS KESEHATAN

TIM KENDALI MUTU KENDALI BIAYA
BPJS JAKARTA UTARA

Oleh dr.Riki Tsan,SpM

Beberapa tahun yang dulu dr. Netty Siahaan (saat itu menjabat sebagai Direktur RSUD Cilincing) menetapkan dr. Hendra, SpB dan saya sebagai perwakilan Komite Medik untuk dimasukkan di dalam Tim Kendali Mutu dan Kendali Biaya (TKMKB) BPJS-Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Utara.

Kewajiban membentuk TKMKB serta berbagai aturan terkait struktur, tugas, tanggung jawab dan lain lain diuraikan secara rinci di dalam Peraturan BPJS Kesehatan nomor 8 tahun 2016 tentang Penerapan Kendali Mutu dan Kendali Biaya pada Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Tuesday, 31 December 2019

Friday, 20 December 2019

SOAL EMPATIK DAN KOMUNIKASI EFEKTIF





Rabu/18 Desember 2019, di Aula RSUD Cilincing Komite Medik RSUD Cilincing menyelenggarakan Siang Klinik bertajuk 'Penyelesaian Masalah Etik, Disiplin dan Hukum Dalam Pelayanan Kesehatan' dengan moderator dr.Gina Andriana,SpAn dengan 2 pembicara dari Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI Cabang Jakarta Utara, yakni dr.Danny Wiradharma dan dr.I Ketut Sudarsana.

SIANG KLINIK KOMDIK RSUD CILINCING

Pada hari Rabu/18 Desember 2019, Komite Medik RSUD Cilincing telah menyelenggarakan kegiatan Siang Klinik dengan topik 'Penyelesaian Masalah etik, Disiplin dan Hukum Dalam Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan'

Friday, 22 November 2019

SELAMAT BUAT GKM HIDEMENSIA RSUD CILINCING.....!!

Komite Medik RSUD Cilincing menyampaikan selamat buat Tim GKM Hidemensia RSUD Cilincing yang telah berhasil meraih penghargaan diamond pada acara Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XIII, di Solo-Surakarta, 19 s/d 22 November 2019.


DUKA CITA

Komite Medik RSUD Cilincing menyampaikan dukacita yang sedalam dalamnya atas wafatnya ayahanda dr. Gina Nainggolan,SpAn (Ketua Subkomite Mutu Profesi).

Semoga almarhum diterima disisiNya dan beristirahat dalam kedamaian.


Saturday, 16 November 2019

MENGENAL SOSOK KOMITE MEDIK DI RUMAH SAKIT

(Bahan presentasi/diskusi pada Rapat Komite Medik, Rabu/13 November 2019, di Aula RSUD Cilincing, yang dihadiri oleh Direktur dan jajaran manajemen serta pengurus Komite Medik RSUD Cilincing)
-----

Komite Medik itu adalah perangkat rumah sakit yang 'unik'. Kenapa saya sebut unik ?.

Ketika saya mengikuti workshop Komite Medik dan Clinical Governance yang diselenggarakan oleh Arya Lestari pada tahun 2017, kami mendiskusikan seperti apa peranan Komite Medik yang semestinya 'dimainkan' di dalam sebuah rumah sakit.

Saya menemukan setidaknya  ada 5 karakteristik yang membedakan Komite Medik dengan perangkat perangkat rumah sakit lainnya. 

Apa saja 5 karakteristik itu ?. Mari kita 'ngulik' satu per satu.

Tuesday, 1 October 2019

KEGIATAN KOMDIK OKTOBER 2019

KREDENSIALING KOMDIK RSUD CILINCING

Kredensialing adl evaluasi yang dilaksanakan oleh Komite Medik terhadap kompetensi yang dimiliki staf medis, dan menjadi rekomendasi untuk penerbitan Surat Penugasan Klinis (SPK) oleh Direktur.

Hari ini, tanggal 1 Oktober 2019, telah dilaksanakan kredensialing terhadap 6 orang dokter umum yang akan bekerja di RSUD Cilincing, Jakarta Utara.

Kegiatan kredensialing ini dihadiri oleh Ketua Komdik, dr.Riki Tsan,SpM, Sekretaris Komdik, drg.Fusiana serta Tim Kredensialing yakni dr.Noviandri, dr.Layli dan dr.Derry, serta ditinjau langsung oleh drg.Suzy Freud, Direktur RSUD Cilincing, Jakarta Utara

Buat rekan rekan sejawat, semoga sukses. Selamat bergabung dan bekerja di RSUD Cilincing.

                            



PROGRAM KERJA KOMITE MEDIK RSUD CILINCING 2019

Sunday, 7 July 2019

SIDE EFFECTS OF BAKSOS

Beberapa orang dokter mata baru saja mengikuti kegiatan bakti sosial operasi katarak di sebuah kampung yang dihuni orang orang miskin.

Hari pertama setelah operasi, perban mata pasien dibuka. 

Salah seorang dokter mata berkata kepada temannya : 'Aku heran, setiap pasien pasien itu mengucapkan terima kasih kepadamu, wajahmu terlihat berseri seri dan selalu mengatakan 'sayalah yang lebih layak untuk berterima kasih kepada bapak atau ibu'. Padahal, siapapun tahu bahwa kita tidak dibayar sepeserpun untuk melakukan operasi ini. Kenapa ?'.

MENGENAL CLINICAL PATHWAY


Tuesday, 30 April 2019

Saturday, 23 March 2019

BELAJAR DARI DOKTER RAMNIK DOSHI

dr. Riki Tsan,SpM

Dokter Ramnik Doshi yang berusia 89 tahun tinggal di sebuah desa terpencil di Gujarat, India. 

Dia bekerja memberikan pengobatan mata gratis buat masyarakat miskin dan tidak mampu. Ia sendiri hidup sangat sederhana.

Guhta Mehta, penulis wanita yang menemukan dokter Ramnik Doshi menceritakan kisah perjalanan hidupnya di situsnya, moved by love : change yourself, change the world